Zayn : I’m scared if she never forgive me
Niall : She wouldn’t do it, I promise!!! (ucap Niall sambil menunjukan jari tanda suwer)
Zayn : Okay…. But, when I can do it ?
(PART 21)
Niall : Wait a minute…….. (memikirkan sesuatu) Hm…. I have an idea (sambil membisikan sesutu kepada Zayn)
Zayn : Whether it would work ? (tanya Zayn sedikit pesimis)
Niall : Yes!! (jawab Niall bersemangat)
Zayn : Okay, we will try (ucap Zayn)
Niall : What if we start last night ?
Zayn : It’s up to you, Nialler (ucap Zayn sambil pergi meninggalkan kamar Niall)
Niall : Okay! Good night Zayn (setengah berteriak kepada Zayn yang telah menutup pintu kamar Niall)
Jam sudah menujukkan pukul 9 malam. Waktunya Naura, Daniele, Liam dan Sam pulang. Latihan hari itu sungguh melelahkan buat Naura. Hari Dance Competition kurang dari 10 hari lagi. Berarti hanya seminggu waktu Naura untuk berlatih lagi. Setengah sepuluh Naura dan Liam tiba di apartement. Sam yang mengentar Daniele malam itu, karena mobil Liam sudah dibawa pulang duluan oleh Louis.
Naura naik kekamarnya sendiri. Karena kamar Liam berada dilantai bawah. Sebenarnya Liam ingin membantu Naura tetapi Naura menolak karena takut merepotkan Liam. Akhirnya Naura sampai didepan kamarnya ketika ia melihat Zayn keluar dari kamar Niall yang juga berada dilantai atas. Naura mencoba untuk tidak kontak mata dengan Zayn. Walau The Boys bilang sikap Zayn sudah akan baik terhadap Naura, tetapi Naura masih menjaga jarak agar Zayn tidak marah kepadanya malam itu. Karena panik, Naura menjatuhkan kunci kamarnya ketika dia mencoba membuka pintu. Naura segera mengambil kunci itu. Tapi karena kakinya di gips, Naura susah untuk berjongkok. Tiba-tiba seseorang mengambil kunci tersebut dan memasukkannya kedalam lubang pintu.
Naura : Zayn…… (ucap Naura pelan)
Zayn : C’mon! You must sleep, now (ucap Zayn sambil memapah Naura masuk kekamarnya)
Naura : (bingung dengan sikap Zayn dan hanya terdiam ketika sedang dipapah Zayn masuk kekamarnya) Th….Than…Thanks…. Z…Za…Zayn…..(ucap Naura terbata-bata)
Zayn : (mengangguk) Okay! Good night! (sambil menutup pintu kamar Naura)
Naura bingung sebingung-bingungnya. Zayn Malik yang dari hari pertama benci kepadanya, bahkan enggan melihat kearahnya, malam ini berubah seratus delapan puluh derajat!!! Naura bingung sekaligus senang. Tidak ada lagi yang kontra dengan kedatangannya disini. Tiba-tiba Naura merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Naura merasakan detak jantungnya yang berdetak cepat dan memikirkan kejadian tadi. Dia tersenyum kecil dan memikirkan Zayn Malik yang memapahnya masuk kekamar Naura. Zayn memegang lengan Naura dengan lembut seolah-olah Zayn tidak pernah membenci Naura sebelumnya. Naura memikirkan hal itu sambil tersenyum sendiri. Tetapi, akhirnya Naura mutuskan untuk mandi dan tidur. Ia sudah cukup senang malam itu dengan berubahnya sikap Zayn.
*kriiiiiiiiing* Jam beker Naura berbunyi. Naura pun segera bangun, mandi dan mempersiapkan peralatan kuliahnya. Setelah siap, ia turun menuju meja makan. Di meja makan baru ada Liam, Louis dan Harry. Mereka sedang sibuk dengan gadget yang dipegang masing-masing. Tak lama kemudian, Niall turun dan bergabung dengan mereka di meja makan. Niall yang biasanya duduk disebelah Naura, pagi itu memilih duduk disamping Harry yang sedang sibuk dengan laptopnya. Tempat duduk kosong di meja makan itu tinggal disamping Naura dan hanya Zayn yang belum datang ke meja makan. Naura bingung, apakah Zayn mau duduk disebelahnya. Tiba-tiba Naura teringat kejadian semalam dan membuat senyum kecil dibibirnya.
Tak lama kemudian, Zayn datang dan langsung duduk disamping Naura. The boys melihat kearah Zayn dengan perasaan aneh. Hanya Niall yang tidak melihat kearah Zayn, Niall sudah sibuk dengan roti tawar sarapannya. Liam, Louis dan Harry saling bertukar pandangan.
Zayn : What ? Any problem ? (tanya Zayn yang tersadar bahwa dirinya sedang jadi pusat perhatian dimeja makan itu)
Harry : No…. No problem!! (sambil merebut selai coklat dari tangan Niall)
Niall : Hazza!!!! (teriak Niall marah)
Harry : Sorry, Nialler!! (mengembalikkan selai coklat itu lagi dengan kikuk)
Zayn : Why do you look at me like that ? (ucap Zayn sambil melihat kearah Liam, Louis dan Harry)
Louis : (memberi kode kepada Zayn bahwa Zayn duduk disamping Naura)
Zayn : Is that a problem ? (tanya Zayn)
Liam : No, Zayn! It’s okay! Right, lou ? (sambil menepuk pundak Louis)
Louis : Hhaha yeah… (tertawa dipaksakan)
Mereka pun kembali sarapan. Naura dan Zayn memang tak bertegur sapa pagi itu. Sebenarnya, Naura ingin meyapa Zayn tetapi ketika ia tersadar bahwa Liam, Louis dan Harry melihat kearahnya dan Zayn dengan pandangan aneh, akhirnya Naura mengurungkan niatnya dan bersikap seperti tidak tahu apa-apa. Jam menunjukan hampir pukul 8 pagi. The boys pun telah selesai sarapan dan bersiap berangakat. Hari itu mereka akan rekaman 2 lagu untuk album baru mereka.
Liam : Ara, Is Sam wanna pick you up to your college ? (tanya Liam sambil memencet tombol dilift)
Naura : Yes, Liam! I guess everyday he wanna pick me up to my college and from my college (jawab Naura sambil masuk lift)
Louis : How about from the studio ? After you and him practiced ?
Naura : I guess, he wanna pick me up, too.
Niall : Okay! So, when we can get dinner time with you sistaaaaaa ? (ucap Niall sambil merangkul Naura)
Naura : Hm…. Maybe, weekend or after I get my scholarship, again (jawab Naura melihat kearah Niall)
Niall : Hm…. Okay (melihat kearah Zayn dengan muka putus asa)
Mereka tiba dilobby. Sam sudah menunggu Naura diparkiran. Mobil Sam tepat diparkir disebelah mobil Liam.
Sam : Morning all! (ucap Sam sambil melambai kearah the boys dan Naura)
All : Morniiiiiiiing!
Setelah Naura masuk kedalam mobil Sam, Naura dan Sam pun berangkat. Di mobil lain The Boys sudah siap dan juga berangkat. Setiap hari kecuali sabtu dan minggu, Naura akan berangkat bersama Sam menuju kampus Naura, menuju studio latihan ataupun menuju apartement The Boys.
------2 Hari Kemudian-----
Hari ini Naura dan Sam tidak ada jadwal latihan. Begitu juga dengan The Boys meraka dikhususkan mendapat istirahat weekend ini. Masing-masing dari The boys sudah punya rencana masing-masing. Liam dan Louis akan hang out bersama pacarnya masing-masing. Harry akan hang out bersama dengan teman-teman lamanya. Hanya Zayn dan Niall yang tidak mempunyai rencana. Mereka memang sengaja tidak membuat renca weekend itu karena mereka akan melaksanakan misi perminta maaf Zayn secar formal terhadap Naura.
Jam menunjukan pukul 2 siang. Niall dan Zayn sedang sibuk dengan bermain play station. Mereka sudah mempunyai rencana yang sudah disusun sedemikian rupa. Naura yang sedang membaca majalah di ruang tamu tiba-tiba beranjak pergi.
Niall : Where do tou want to go ? (tanya Niall sambil mem”pause” permainan PS –nya)
Naura : I wanna prepare my body with Sam, brothaaaaa!!! (sambil mengacak rambut Niall)
Niall : Hang out ? Today ? With Sam ? (tanya Niall panik sambil mecubit paha Zayn agar mendengarkan obrolan Naura dan Niall)
Naura : Yeaaah. Why ? (dengan muka bingung)
Niall : No, problem! But….. I guess you never have a plan this weekend, right ?
Naura : Yeaaaah! But, Sam texting me and invite me to hang out with him (sambil berjalan pelan ke lantai atas menuju kamarnya)
Niall dan Zayn bertukar pandangan. Rencana mereka gagal lagi!!! Zayn merasa kecewa karena hari itu dia tidak bisa meminta maaf secara langsung kepada Naura. Walaupun beberapa malam lalu Zayn sudah bersikap baik dengan Naura dengan membantunya mengambil kunci kamar Naura yang jatuh dan membantu Nuara kembali kekamar. Tetapi, Zayn dan Naura belum bertegur sapa layaknya Naura bertegur sapa dengan Liam, Louis, Harry bahkan Niall. Zayn dan Naura hanya tersenyum jika bertemu, itu saja.
Satu setengah jam kemudian, bel apartement berbunyi. Zayn dan Niall sedang tertidur di sofa ruang tamu. *Ting tong* Niall mendengar bel itu berbunyi lagi. Dengan langkah gontay ia menuju pintu masuk dan memncet tombol intercom untuk memastikan siapa yang datang. Ternyata Sam!!! Sam datang untuk menjemput Naura.
Niall : Hey, sam!! (ucap Niall sambil membukakan pintu untuk Sam)
Sam : Is Naura already to hang out with me ? (tanya Sam sambil masuk kedalam apartement)
Niall : I don’t know. But wait a aminute……. (Niall membangungkan Zayn yang tertidur di sofa dan memberitahu bahwa Sam datang dan berlari ketasa menemui Naura)
Zayn : Hey Sam! (ucap Zayn sambil mengucek matanya)
Sam : Hey! Sorry to disturb your sleep, Zayn (sambil tersenyum ramah)
Zayn : It’s okay! Do you wanna hang out with Naura ?
Sam : Yes! Maybe watching a movie and go to dinner (jawab Sam pasti)
Zayn : What movie will you watch ? (sedikit mengintrogasi Sam)
Sam : Maybe, The Avengers haha (jawab Sam sambil tertawa)
Zayn : Hm…. Okay! (sambil memikirkan sesuatu)
Lima belas menit kemudian Niall turun sambil memapah Naura. Naura berapakaian kasual tapi raih. Dengan atasan kemeja sedikit gombrong yang ia masukkan kedalam High waisted jeans-nya. Dan menguncir kuda rambutnya. Naura terlihat cantik hari itu walau dengan kaki sebelah yang di gips. Zayn melihat kearah Naura terpesona mungkin.
Naura dan Sam pun beranjak pergi. Sam memapah Naura ke luar apartement. Ketika Naura pergi tiba-tiba Zayn berlari menuju kamarnya. Niall bingung dan akhirnya mengikuti Zayn yang ternyata memanggil dirinya.
Apakah yang akan dilakukan Zayn ? Bagaimana hang out Naura dan Sam ? Apakah itu semacan “Date” ? Tunggu di PART 22 :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar